13
Des
07

KPA Vietnam Studi Program Methodene di Lapas Cipinang


Jakarta, 23 Oktober 2007- Provincial AIDS Commision (PAC) atau Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Vietnam, melakukan studi banding program terapi rumatan methadone di Lapas Kelas II A Narkotika Cipinang, Jakarta.

Program methadone adalah salah satu kegiatan pengurangan dampak buruk penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lain (narkoba) di lembaga pemasyarakatan (lapas). Program ini dilakukan dengan cara tablet methadone dihancurkan, lalu dimasukkan ke dalam gelas, dan dilarutkan dengan air. Larutan air plus methadone itu harus diminum napi, dengan dosis yang semakin lama semakin rendah sehingga narapidana/tahanan bisa lepas dari ketergantungan, dan yang paling penting tidak menggunakan jarum suntik.

Program Rumatan Terapi Methadone (PRTM) merupakan salah satu rekomendasi pertemuan regional III Koordinasi dan Konsultan Program Nasional Penanggulangan HIV/AIDS di Lapas/Rutan yang berlangsung di Bali, Desember 2006.

Program ini adalah salah satu solusi dari dampak yang ditimbulkan atas marak dan berkembangnya peredaran gelap narkoba di dalam Lapas dan Rutan yang kemudian diikuti dengan penularan virus HIV/AIDS diantara para narapidana dan tahanan, khususnya kasus narkotika suntik.

Dalam penjelasannya di depan 16 orang rombongan KPA Vietnam, Direktur Bina Khusus Narkotika, Ditjen Pemasyarakatan, Irsyad Bustaman didampingi Kepala Lapas Cipinang Wibowo Joko Harjono mengatakan PRTM telah diimplementasikan di tiga lapas/rutan. “Saat ini PRTM telah diimplementasikan di Lapas Klas IIA Denpasar (krobokan), Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang DKI Jakarta, Rutan Klas I Pondok Bambu, Jakarta Timur,” ujar Irsyad.

Menurut Irsyad, saat ini sedang dipersiapkan pengembangan Program Methadone di delapan Lapas/Rutan yang banyak kasus narkotika. Seperti Lapas Klas I Cipinang, Lapas Klas IIA Bekasi, Lapas Klas IIA Pemuda Tangerang, Lapas Klas IIA Wanita Tangerang, Lapas Klas IIA Narkotika Bandung, Lapas Klas IIA Bogor, Rutan Klas I Jakarta Pusat, dan Rutan Klas I Surabaya.

Rombongan KPA Vietnam yang dipimpin oleh Dao Thi Bich Lien melihat langsung program methadone yang sedang berlangsung di Lapas Cipinang. Ia mengatakan, kedatangannya ke Indonesia merupakan studi lapangan sebagai bahan perbandingan penanganan dan penanggulangan masalah narkotika dan efeknya yaitu HIV/AIDS di Lapas/Rutan. ”Saya baru pertama sekali melihat metode seperti ini” ujarnya.

Angka kematian Narapidana seluruh Indonesia sampai 5 Oktober 2007 sebanyak 707 orang dan 109 atau sekitar 15,42% di antaranya meninggal karena terinfeksi virus HIV/AIDS. Saat ini Lapas Klas IIA Narkotika Cipinang menampung sebanyak 2173 narapidana.

http://hukumham.info/index.php?option=content&task=view&id=178


0 Responses to “KPA Vietnam Studi Program Methodene di Lapas Cipinang”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


narko1.jpg
Desember 2007
S S R K J S M
    Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Arsip Artikel

Galeri Foto

Model Batu Candi Aromatherapy

Model Batu Candi Aromatherapy

Model Gentong Madura 1 Aromatherapy

Model Gentong Madura 2 Aromatherapy

Pelatihan Aromatherapy C 137

Lebih Banyak Foto

%d blogger menyukai ini: